Tampilkan postingan dengan label MEDAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MEDAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 April 2012

Menara Air Tirtanadi, Medan Luar Biasa

Medan memiliki wisata menara air yang menjadi ikon kota Medan tersebut. Jangan dibayangkan menara yang terbuat dari air, menara ini adalah menara untuk menampung air, bukan menara yang terbuat dari air. Menara Air ini selesai dibangun pada tahun 1908 dan sekarang sudah menjadi milik PDAM Tirtanadi. Fungsinya untuk mensuplai kebutuhan air bersih para penduduk yang sampai sekarang masih tetap digunakan. Selain itu, Menara Air ini dulunya berfungsi juga sebagai Landmark kota Medan Menara Air ini tingginya 42 meter dan beratnya 330 ton.

Alamatnya di Jln. Sisingamangaraja No. 1 yang terletak di perempatan Jalan Sisingamangaraja-Jalan Pandu-Jalan Cirebon-Jalan Hj. Ani Idrus. Atau anda yang menginap di Hotel Novotel, Menara air ini dekat sekali dengan Hotel 'Novotel' Soechi International Medan di Jl. Cirebon 67A, Medan. Cukup jalan kaki dari hotel ke menara air ini. Bahkan dari depan hotel kita sudah dapat melihat menara air ini. 

Selayang Pandang Menara Air Tirtanadi Medan:
  • Menara air yang bernama Tirtanadi ini pada jamannya menjadi bangunan penanda kota Medan. Inilah ikon kota Medan yang sebenarnya. Dia dulu memang tidak cuma sebagai landmark, tetapi juga sangat berguna untuk mengalirkan air bersih ke seluruh pelosok kota Medan. Pertumbuhan kota yang semakin membutuhkan pasokan air lebih banyak tentu tidak bisa lagi dilayani menara air yang masih berdiri megah di kota Medan ini. Sekarang menara air ini sudah bukan landmark kota lagi karena mulai terhimpit bangunan tanpa cita rasa dan tanpa tertata di sekelilingnya.
  • Menara ini merupakan peninggalan sejarah pemerintahan kolonial Belanda dengan Nomor Bangunan No. 3D-036 dan tahun penyelesaian 1908. Klo gak salah dibangun mulai tahun 1896 mendahului perusahaan-nya yang dibentuk kemudian. Nama resminya adalah Menara Air di jalan Pandu, kalo dulu cukup dengan Menara Air saja. Namun lebih dikenal sebagai Menara Air Tirtanadi. Alamat resmi Menara Air ini di JL.Sisingamangaraja No.1. Lokasinya pas di persimpangan jalan Sisingamangaraja, Jl. Pandu, Jl. Cirebon, dan Jl. Hj. Ani Idrus.
  • Menara Air ini tidak dapat dilepaskan dari sejarah Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi yang didirikan pada tanggal 23 September 1905 dengan nama NV. Water Leiding Maatschappij Ajer Beresih yang berkantor pusat di Amsterdam negeri Belanda. Sepertinya akrab tuh dengan istilah 'Leiding', 'Ajer Beresih', hehehe. Dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah Sumatera Utara No.11 tahun 1979 perusahaan ini resmi menggunakan nama yang sekarang (Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi) disingkat PDAM Tirtanadi yang berlokasi di Jl.Sisingamangaraja No.1 Medan.

Masjid Raya medan, Menakjubkan dan Artistik.

Mesjid Peninggalan ultan Deli yang sampai saat ini masih berjaya adalah Mesjid Raya Al Mahsun, letaknya memang tidak jauh dari Istana Maimun, Medan Sumatera Utara. Mesjid Raya Medan yang bernama Mesjid Al -Mashun Medan lebih spesifiknya terletak di jantung kota tepatnya di Jalan Sisingamangaraja, meski usianya hampir 100 tahun atau seabad (1906 - 2000), namun bangunan dan berbagai ornamennya masih tetap utuh dan kokoh. Peninggalan kerajaan Islam Melayu Deli hingga kini masih menjadi kebanggaan umat Islam Medan dan Sumut, bahkan menjadi salah satu keunikan sejarah Islam masyarakat Melayu di Sumatera maupun di Malaysia. Menurut sebuah sumber, masjid mulai dibangun tanggal 1 Rajab 1324H atau 21 Agustus 1906 dan selesai 10 Sept 1909 oleh Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. beberapa bahan dekorasi dibuat dari Italia dan jerman serta konon dulunya menjadi satu bagian dengan komplek istana. Masjid yang dirancang oleh Dingemans dari Amsterdam (dengan bentuk yang simetris jika dilihat dari keempat sisinya) memiliki gaya yang diambil dari budaya Timur tengah, India, dan Spanyol. Masjid dibangun dengan bentuk segi 8 (oktagonal) dan memiliki 4 sayap disetiap bagian selatan timur utara dan barat yang berbentuk seperti bangunan utama namun berukuran lebih kecil. luas keseluruhan bangunan adalah 5.000 meter.

Keistimewaan Masjid Raya Medan:
  • Rumah Allah ini tidak pernah sepi dari kunjungan umat baik untuk beribadah atau sekedar ber itikaf siang atau malam, apalagi kalau saat-saat bulan Ramadhan seperti ini pintu bangunan tua ini nyaris tidak ditutup selama 24 jam.
  • Masjid yang menjadi identitas Kota Medan ini, memang bukan sekedar bangunan antik bersejarah biasa, tetapi juga menyimpan keunikan tersendiri mulai dari gaya arsitektur, bentuk bangunan, kubah, menara, pilar utama hingga ornamen-ornamen kaligrafi yang menghiasi tiap bagian bangunan tua ini. Masjid ini dirancang dengan perpaduan gaya arsitektur Timur Tengah, India dan Eropa abad 18.
  • Masjid Raya Al-Mashun Medan, banyak dikagumi karena bentuknya yang unik tidak seperti bangunan masjid biasa yang umumnya berbentuk segi empat. Masjid ini, dirancang berbentuk bundar segi delapan dengan 4 serambi utama - di depan, belakang, dan samping kiri kanan, yang sekaligus menjadi pintu utama masuk ke masjid.
  • Antara serambi yang satu dengan lainnya dihubungkan oleh selasar kecil, sehingga melindungi bangunan/ruang utama dari luar. Di bagian dalam masjid ini, ditopang oleh 8 buah pilar utama berdiameter 0,60 m yang menjulang tinggi dan langsung menjadi penyangga kubah utama pada bagian tengah. Sedangkan 4 kubah lainnya berada di atas ke empat serambi selain ditambah dengan 2 buah menara di kiri-kanan belakang masjid.
  • Kecuali itu, mimbar, keempat pintu utama dan 8 buah jendela serambi terbuat dari ukiran kayu jenis merbau bergaya seni tinggi - terbukti hingga kini masih tetap utuh. Belum lagi dengan ukiran dan hiasan ornamen khas Melayu Deli pada setiap sudut bangunan, yang serta merta melahirkan nilai-nilai sakral religius yang teramat dalam bagi tiap orang yang memasukinya.
  • Pada bulan Ramadhan seperti saat ini, suasana di Masjid Raya ini menjadi jauh lebih semarak dibanding hari-hari biasa. Kegiatan ibadah tidak hanya berlangsung siang hari, melainkan juga malam hari hingga menjelang waktu sahur. Hanya saja kalau siang disisi dengan kegiatan muzakarah, diskusi tentang hukum sya’ri Islam, ceramah Ramadhan, dan berbagai kegiatan pengkajian Islam lainnya.
  • Sedangkan, malam hari kegiatannya berupa shalat Tarawih dan Tadarrus Al-Qur’an hingga larut malam malah sampai dini hari saat sahur tiba. Kecuali itu, untuk menghidupkan suasana di komplek masjid, pengurus juga menyiapkan makanan bukaan setiap sore dengan bahan dari sumbangan para dermawan dan masyarakat sekitar masjid. Makanan berbuka yang disiapkan hingga 300 - 500 orang tersebut khusus bagi anak-anak yatim, gelandangan, dan kaum musafir yang jauh dari rumahnya saat waktu berbuka tiba.
  • Konsep bangunan utama beserta bangunan sayap katanya merupakan konsep bangunan masjid kuno di timur tengah. dsana masjid dibangun dengan ruang tengah sebagai ruang utama (disebut sahn) dan empat sayap berupa gang beratap untuk berteduh (disebut mugatha/suntuh). Hiasan di masjid ternyata bukan berupa kaligrafi melainkan ukiran bunga dan tumbuhan. dan berbeda dengan masjid lainnya, kubah masjid ini tidak berbentuk bulat namun persegi 8 dan agak gepeng. kubah berjumlah 5 buah, yang paling besar berada diatas bangunan utama dan 4 lainnya diatas masing2 sayap. disetiap ujung kubah terdapat ornamen bulan sabit sebagai penghias.
Source: 
http://mesjidmesjid.blogspot.com
http://sieztha.wordpress.com

Istana Maimun, Medan dan Kejayaan Masa Dulu

Medan memiliki obyek wisata Istana Kerajaan (Istana Maimun). Istana Maimun adalah salah satu dari ikon kota Medan, Sumatra Utara, terletak di kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun. Lebih spesifik nya terletak di Jl. Brigjen Katamso (10 km dari bandara). Istana peninggalan Kerajaan Deli ini dibangun pada 26 Agustus 1888 dan baru diresmikan pada tanggal 18 Mei 1891.

Yang memprakarsai berdirinya bangunan ini adalah Sultan Ma'moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah yang merupakan keturunan raja ke-9. Menurut daftar silsilah yang di pahat diatas marmer dan dipajang di halaman istana, Raja Deli yang pertama adalah Tuanku Panglima Gocoh Pahlawan (1632-1669). Sedangkan yang terakhir terpahat adalah nama Raja deli ke-12, Sultan Azmy Perkasa Alam sejak tahun 1967. Didesain oleh arsitek Italia dan dibangun oleh Sultan Deli, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada 1888, Istana Maimun memiliki luas sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan.

Istana Maimun merupakan obyek favorit, selain sebagai wisata sejarah juga pendidikan. Bangunannya yang tua dan unik berpadukan gaya Spanyol menjadikannya semakin membuat penasaran. Anda dapat menikmati keindahan Istana seakan-akan anda berada di jaman ketika jaya dulu. Mengasyikkan bukan. Mari, saya akan bahas tentang Istana Maimun Ini. Sayangnya tidak seperti Keraton di Jawa, Istana Maimun ini kondisi nya kurang terawat. Untuk masuk ke Istana, kita hanya perlu membayar sumbangan sukarela. Di sini juga menyewakan pakaian adat Melayu apabila kita mau foto-foto dengan pakaian adat di Istana ini.
Keistimewaan Istana Maimun:
  • Arsitektur bangunan ini sangat menarik, perpaduan dari beberapa budaya tapi kesannya ga' tabrak-tabrakan. Konon menurut kabar arsitek bangunan ini adalah arsitek asal Italia. Arsitek yang sama dengan arsitek Masjid Raya nya yang terletak tidak jauh dari Istana Maimun. Dari luar kelihatan bernuansa India Islam. Tapi ketika masuk ke dalam perabotannya bernuansa Eropa, seperti lemari, kursi, lampu-lampu kristal. Sedangkan Singgasana nya sendiri bernuansa Melayu dengan warna kuning keemasan yang megah. 
  • Bangunan ini memiliki perpaduan antara budaya Islam dan Eropa, dengan beberapa material (seperti ubin dan marmer) yang memang langung diimpor dari Eropa. Bagunan terdiri dari 2 lantai dengan 3 bagian yaitu bangunan induk, sayap kiri dan sayap kanan. pengaruh budaya eropa agaknya cukup kental tertata di istana ini, dari mulai lampu, kursi, meja, lemari, jendela sampai pintu dorong. sedangkan pengaruh Islam dapat dilihat dari bentuk lengkungan (arcade) di bagian atap yang menyerupai perahu terbalik (lengkungan persia) yang biasanya dijumpai pada bangunan2 di kawasan timur tengah.
  • Salah satu ruang yang ada di dalam bangunan adalah balaiurung. tempat ini biasa digunakan untuk upacara penobatan Sultan Deli dan tempat keluarga sultan sungkem2an di hari raya Islam. selanjutnya terdapat 40 kamar yang terdiri dari 20 kamar di lantai atas (tempat singasana sultan) dan lainnya di bagian bawah. tnyata dilantai bawah ada penjaranya jg lho.
  • Di komplek istana, kita bisa liat sebuah meriam yang agaknya dikeramatkan. meriam ini punya cerita. konon legendanya di jaman kesultanan Deli lama tinggallah seorang putri cantik bernama Putri Hijau. kecantikannya sempat membuat Sultan Aceh jatuh cinta dan hendak melamar tuk dijadikan permaisuri. namun lamaran tersebut ditolak kedua saudara laki-laki sang putri. Sultan Aceh marah, dan timbullah perang antara kesultanan aceh dan deli. dengan kesaktiannya, seorang saudara sang putri menjelma menjadi ular tangga dan seorang lagi menjadi sepucuk meriam yang tidak pernah berhenti menembak tentara aceh (meriam ini yang sekarang ada di Istana Maimun).