Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 September 2018

Tiga Pulau Indah di Tengah Lautan Lombok



Di antara sekian banyak objek wisata bahari yang berada di Lombok, tampaknya wisatawan takkan melewatkan kawasan pantai barat Lombok. Selain Pantai Senggigi yang terkenal, ada pula tiga pulau di tengah lautan (yang di sebut dengan nama gili) yang menjadi tempat favorit bagi wisatawan mancanegara dan nusantara untuk berakhir pekan.

Pulau-pulau kecil itu bernama Gili Trawangan, Gili Air, serta Gili Meno. Ketiga pulau itu seakan mampu mewakili potret keindahan pantai-pantai di Lombok. Semuanya menyajikan kebeningan air laut, butiran pasir putih tanpa serakan sampah, serta terumbu karang dengan ikan hias yang menggemaskan.

Jarak tempuh menuju ketiga pulau itu paling lama menghabiskan waktu 30 menit, bergantung pada besar tidaknya arus ombak. Panorama alam langsung memukau. Air laut yang asin seakan tersekat oleh warna biru tua, biru muda sampai hijau muda. Saking jernihnya air, dasar lautnya pun terlihat bernas.

KETIGA pulau mungil yang berada di tengah lautan itu memiliki perbedaan karakteristik yang unik. Masing-masing punya suasana alam dan ciri khas tersendiri. Bahkan, akhirnya perbedaan itu seakan memilah wisatawan sesuai dengan minat, sifat, dan kepribadiannya.

Gili Trawangan merupakan pulau terbesar, teramai sekaligus terjauh dari pulau utama Lombok. Kebanyakan wisatawan yang

mengunjunginya terdiri dari orang-orang yang berjiwa muda dan penuh semangat. Di musim liburan, hampir sepanjang malam diadakan pesta yang hingar bingar dengan alunan musik.

Bagi wisatawan yang hanya ingin merasakan suasana pantai tanpa mau berbasah-basah, bisa bersantai di beranda hotel, kafe, dan restoran yang tertata apik. Bahkan, kalau berminat, Anda bisa menyewa kereta kuda cidomo untuk mengelilingi seluruh Pulau Gili Trawangan.

Sementara itu, Gili Meno yang terletak di tengah-tengah antara Gili Trawangan dan Gili Air, lebih sesuai bagi wisatawan yang mengidamkan relaksasi di tengah kesunyian. Pengunjung benar-benar disuguhi nuansa alami pantai tropis yang tenang. Pepohonan bakau masih terlihat merimpun di sepanjang pesisir pantainya.

Lain lagi dengan suasana yang tercipta di Gili Air. Pulau yang terdekat dari Lombok ini lebih sesuai bagi wisatawan yang berlibur bersama keluarga. Dihuni penduduk lokal paling banyak, pulau ini lebih menawarkan suasana pantai yang tidak ramai namun tidak terlalu sepi.

Meskipun berada di tengah lautan, para wisatawan tak usah cemas memikirkan transportasi, akomodasi maupun urusan perut. Semua fasilitas wisata tersedia lengkap. Masing-masing pulau memiliki hotel, restoran, diskotek sampai tempat ibadah sekalipun. Semua kemudahan itu menjamin kenyamanan liburan yang menyenangkan.

Sepanjang waktu, para wisatawan bisa sepuasnya menikmati udara khas pantai tropis yang panas. Pada pagi dan sore hari wisatawan berjalan dengan kaki telanjang di hamparan pasir putih yang teramat lembut dan bersih atau duduk bertengger di akar pohon bakau yang menjuntai ke laut.

Yang tak boleh terlewatkan adalah berjemur di pinggir pantai, berenang, dan snorkeling. Di pantai landai yang berombak tenang itu, wisatawan bisa menguak misteri kehidupan biota laut dengan aman. Meskipun di beberapa tempat terumbu karangnya rusak, tak pelak menyisakan sisi keindahan.

Berbagai jenis ikan laut sering terlihat berenang secara bergerombol. Bergerak lincah di antara bebatuan, terumbu karang, dan rumput laut. Sementara itu, ikan hias mungil yang beraneka warna sering kali mengelilingi bahkan menciumi wajah wisatawan yang tengah asyik snorkeling.


Source : http://www.anaklombok.com/

Senin, 26 Februari 2018

Goes to Rumah Pohon Bukit Tembere

25 Februari 2018 (Mataram) Assalamualaikum sahabat... hari ini aku bakal ceritain tentang perjalanan sepedaku  ke rumah pohon bukit tembere yang lokasinya berada di kecamatan Gunung Sari tepatnya di dusun Batu Butir Desa Kekait. Kali ini yang ngajakin sepedaan adalah temen SMP Ku dulu yang kebetulan teman sekelas juga sih.. kenalin nih namanya Agus, nama lengkapnya Agus Gagah.. hahaha... Asli aku lupa nama lengkapnya, besok deh aku tanyain..☺



yang baju hitam itu Agus Gagah..

Seperti seperti biasa kami janjian kumpul di bundaran udayana – rembiga, kami janjian ketemu jam 06.30 pagi.. aku pikir hanya berdua aja perginya.. eehh ternyata si agus gagah bawa temen sekampung.. hehehe.. enggak becanda, lumayanlah kami ber sebelas langsung menghentakkan pedal sepeda kami menuju lokasi.. ciee menghentakkan... dapet kata kata dari mana tuh..wkwkw.. udah ahh, becanda melulu ni orang..  hahahaha...
Ketika di ajak pertama kali aku pikir jalurnya bakal beda, eeh ternyata jalurnya pernah aku lewati waktu perjalanan goes ke bukit cacing (tapi aku lupa enggak aku ceritain di blog ini) sumpah deh kalau aku inget-inget  waktu itu sampai bersumpah dalam hati enggak bakalan lewat ni jalur lagi, tau enggak dari startnya di dusun batu butir sampai ke lokasi jalurnya full nanjak coyyy... sakit keengg dah pokoknya.. tapi ya udahlah sikat cooyyy..  bener kan apa kata guee, beberapa kali sempat istirahat buat ngumpulin tenaga, bahkan sampai geret sepeda karena jalur yang terlalu menanjak dan jalan yang masih rusak juga.. tapi  untungnya lokasi yang di tuju enggak sejauh yang saya kira, masih lebih jauh waktu ke bukit cacing.. 

geret cooy.. wkwkw
Sesampai di lokasi sebelah kiri jalan sudah di sambut dengan tulisan “ Selamat Datang di Rumah Pohon Bukit Tembere “ senangnya akhirnya nyampai juga, langsung dah foto foto di lokasi, tapi bingung juga dimana rumah pohonnya? Hadddoh ternyata masih harus masuk kedalam sekitar 100 meter dari jalan utama..

Yeeess... ini baru pakai kata2x akhirnya sampai juga di rumah pohon..hehehehe.., pagi itu pengunjung yang datang belum terlalu banyak, mungkin karena masih pagi juga kali yaah.. kemudian kami menuju kesalah satu rumah pohon yang belum ada orang disana, sekalian kami sarapan yang sebelumnya kita beli di jalan tadi, tapi yang engak bawa bekelpun jangan kawatir karena di lokasi tersebut sudah ada yang menjual makanan dan minuman, inget jangan buang sampah sembarangan yah..
ni dia tempat makan minum.. 
Setelah puas foto foto di lokasi, akhirnya kami beranjak untuk pulang...



Sekian dulu yah ceritanya, sampai ketemu di cerita selanjutnya.. Aamiin...

eehh lupa bentar dulu.. kayaknya ada vidionya juga: