Tampilkan postingan dengan label Daerah Lainnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah Lainnya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2017

Catatan Hidup Waikabubak Kampung Tarung Sumba Barat Di Tengah Era Modern

Waikabubak merupakan Ibukota Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Memang namanya belumlah cukup populer ditelinga para masyarakat Indonesia umumnya. Namun kehadiran Waikabubak termasuk menjadi saksi hidup dari peradaban dan perkembangan zaman yang kian pesat pada dewasa ini.

Sebagai kota yang terletak di Timur Indonesia, membuatnya seakan luput dari perhatian. Dari gemerlapnya kehidupan, kesejahteraan dan pembangunan kota-kota besar, Waikabubak hampir belum bisa dikatakan sejahtera. Dari total penduduk sekitar 22.235 jiwa yang tercatat oleh Badan Pemeriksa Statistik di tahun 2001, hampir biasa dikatakan kebanyakan masyarakat Waikabubak masih belum bisa merasakan arti sesungguhnya dari kata Modernisasi. Pasalnya dari sebagian warganya yang memilih menetap di pusat kota Waikabubak, ternyata masih terdapat sebuah Kampung Adat Sumba Barat yang masih memegang teguh terhadap keyakinan akan leluhur. 

Kampung adat yang masih tetap bertahan dari derasnya gempuran era globalisasi contohnya ialah Kampung Tarung dan Waitabar. Berlokasi di tengah pusat kota Waikabubak dan terletak persis diatas sebuah bukit, membuatnya seakan begitu esklusif. Dimana para masyarakat sekitar percaya, bahwasanya disanalah tempat tinggal pertama leluhur Sumba, bernama Sudi Wonanyoba. Apakah kamu tau tentang arti "Tarung"? ya, arti kata yang dimaksud bukanlah sebuah perkelahian ataupun pertengkaran. Arti sesungguhnya ialah "Tarung" merupakan sebuah panggilan untuk pasangan dari leluhur. Dimana leluhur tersebut akan melindungi dari Tarung tersebut dan melindungi siapapun yang lemah. Cukup unik bukan? agar semakin jelas, ada baiknya kamu simak terlebih dahulu kkoten artikel berikut ini.

Dalam kesempatan kali ini saya akan mengulas perihal catatan hidup Waikabubak Kampung Tarung Sumba Barat di tengah era modern. Semoga setiap informasi yang terkandung dapat diterima dan dijadikan sebagai sumber referensi bagi kamu ataupun para pembaca budiman dimanapun anda berada.

suasana kampung tarung
view Kampung Tarung
Sebagai salah satu destinasi wisata di Sumba yang menyimpan banyak potensi, sehingga sayang rasanya bila dilewatkan. Selain terkenal dengan Festival Pasola, Pulau Kenawa, Pulau Moyo dan Pantai Nihiwatu, ternyata kamu pun dapat merasakan pengalaman wisata budaya. Dengan mengunjungi wisata Kampung Tarung Waikabubak kamu dapat merasakan pengalaman berlibur yang cukup berbeda, ditambah dapat mengenal edukasi tentang Suku Adat asli Sumba yang masih dapat dijumpai hingga saat ini. Dimana para warganya masih memegang teguh ajaran dari para leluhurnya. Disamping kamu dapat berinteraksi langsung dengan mereka, kamu pun dapat melihat sebuah arsitektur kuno yang terdapat pada setiap bangunan rumah tinggal para penduduk tersebut. Cukup unik bukan?

Untuk mencapai perkampungan ini, kamu diharuskan naik keatas bukit terlebih dahulu menggunakan jalur sepanjang 150 meter, tak perlu khawatir akan lelah dimana jalurnya sudah diperlebar sekitar 3 meter yang dapat memungkinkan untuk kendaraan beroda empat dapat melintas. Setibanya di atas bukit, kamu akan tersontak kagum akan segala keindahan yang tersaji di wisata Waikabubak ini. Dimana khusus Kampung Tarung terdapat sekitar 102 rumah panggung tradisional yang dibangun secara melingkar memutari 17 makam batu kuno, layaknya pada zaman Megalithikum. Para warga Kampung Tarung tercatat berjumlah sekitar 1.530 jiwa yang terbagi dalam sekitar 400 kepala keluarga. Dimana dari kepala keluarga tersebut sehari-harinya tinggal dalam rumah panggung berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 15x15 meter persegi, biasanya dari satu rumah panggung dihuni sekitar 3-4 keluarga. Sebelum lanjut kamu dapat pula membaca tentang Gili Nanggu.

kampung tarung
suasana di tengah Kampung Tarung
Rumah Adat Sumba dikenal pula dengan "Uma", dimana arsitekturnya berbentuk kotak diatas panggung yang disanggah menggunakan 4 buah kayu yang digunakan sebagai kerangka utama bangunan tersebut. Sebagai tiang atap biasanya dilengkapi dengan 36 batang kayu yang disambung menggunakan pasak yang terbuat dari kayu mosa, kayu delamora atau kayu masela. Untuk rumah adat biasanya dibagi menjadi beberapa bagian seperti,
  • Bagian Atap (Toko Uma), berbentuk kerucut atau seperti Joglo (rumah adat Jawa), namun pembedanya ialah dari bahan yang digunakan sebagai atap. Dimana untuk rumah di Kampung Tarung menggunakan rumput alang-alang. Pada bagian ini difungsikan untuk menyimpan beberapa benda pusaka dan juga bahan makanan/hasil panen.
  • Bagian Tengah Hunian (Bei Uma), dimana pada ruangan ini pun dibedakan menjadi beberapa fungsi seperti ruangan untuk khusus pria dan wanita, ruangan keluarga dan juga ruangan yang dipergunakan sebagai tempat berkumpul (Bangga).
  • Bagian Bawah Panggung (Kali Kabunga), biasanya pada bagian ini dipergunakan untuk kandang para hewan ternak.
Apakah kamu tau mengapa sebagian besar perkakas yang digunakan secara umum terbuat dari kayu? pasalnya Suku Sumba sebelumnya hanya menggunakan parang dan kampak, kemudian ketika orang Portugis masuk kedaerah NTT barulah Suku Sumba mengenal alat-alat logam. Seperti dalam penjelasan sebelumnya, dimana menjelaskan pada bagian tengah Kampung Tarung terdapat sekitar 17 makam kuno yang terbuat dari batu datar. Dimana pada pelataran tersebut terdapat sebuah rumah adat berukuran sekitar 2x2 meter persegi yang dikhususkan untuk tempat berdoa Raja Kampung Tarung yang sekaligus menjabat sebagai imam bagi para warganya. Biasanya raja tersebut dikenal sebagai "Rato". Para masyarakat Kampung Tarung memeluk agama yang berbeda dengan yang telah diakui oleh Pemerintah, dimana mereka menganut agama Merbabu. Agama tersebut memiliki ajaran dan kepercayaan kuat terhadap nenek moyang atau leluhur. Hebatnya mereka tetap bisa menjaga keaslian ajarannya secara turun temurun, bahkan bersikap idealis tetap bisa menjaga dari derasnya arus perubahan pada dewasa ini. Bagi para warganya yang ingin menganut agama-agama formal, tak dipaksakan oleh Sang Rato ataupun warga lainnya. Namun tetap ada konsekuensinya dimana diharuskan untuk meningkalkan Kampung Tarung dan tinggal di kota Waikabubak.

Walaupun bisa dikategorikan para warganya dinilai sebagai orang primitif, namun jangan salah. Apakah kamu tau apa pekerjaan dari warga Kampung Tarung? ya, dalam sehari-harinya para warga tersebut memiliki berbagai profesi seperti petani, pedagang, pengerajin kain tenun dan adapun yang menjadi pegawai negeri sipil. Ya, kendati tetap berpegang teguh terhadap kepercayaannya, nyatanya mereka pun tetap membutuhkan pekerjaan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

kehidupan sehari-hari
para wanita umumnya berprofesi sebagai pengerajin kain
anak kampung tarung
anak-anak Kampung Tarung
Selain Kampung Tarung, kamu pun dapat berkunjung ke perkampungan serupa yakni Kampung Waitabar. Dimana skala perkampungan ini memang lebih kecil dimana hanya terdapat sekitar 12 rumah adat. Suasananya hampir serupa, dikarenakan sebetulnya ini pun sebuah bagian dari kesatuan kampung adat suku Sumba. 

Bagi kamu yang ingin mengunjungi Kampung Tarung dan Waitabar, kamu dapat menggunakan beberapa opsi sebagai berikut,
  • Jalur udara, kamu dapat terbangan menuju Bali atau Kupang. Kemudian dilanjutkan kembali penerbangan menuju Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya. Setibanya di bandara, kamu dapat menggunakan jasa bis, menyewa mobil ataupun travel untuk mengantarkan kamu menuju Waikabubak Kampung Tarung dengan lama perjalanan hanya sekitar 60 menit. 
  • Jalur Darat, bila kamu memilih opsi ini kamu dapat menggunakan bis untuk menuju Pelabuhan Sape, Bima, NTB. Kemudian kamu akan menyebrang menggunakan kapal fery menuju Pelabuhan Waikelo, Sumba Barat Daya. Setelah tiba, kamu dapat menggunakan ojek motor, menyewa mobil ataupun travel untuk menuju Kampung Tarung.
  • Biasanya untuk harga sewa mobil berkisar sekitar Rp. 500.000 dan untuk mobil travel sekitar Rp. 50.000/orang. Namun harga tersebut sewaktu-waktu dapat berubah berfariatif akan tetapi tetap kompetitif.
Bagi kamu yang ingin mencoba sensasi, cobalah untuk menginap di rumah adat, karena biasanya dirumah-rumah adat tertentu dapat disewakan bagi para wisatawan. Opsi lainnya kamu dapat menginap dibanyak hotel melati ataupun Nihiwatu Resort dan Sumba Nautil Resort. Untuk hotel kelas melati, memang fasilitasnya kurang lengkap dan tanpa AC hanya menggunakan kipas angin. Hanya terdapat 2 buah hotel yang memiliki AC yakni Monalissa Cottages di Jl. Raya Waikabubak dan Hotel Manandang di Jl. Pemuda. 

Dibalik kehidupan yang terbilang jauh dari gemerlapnya kota-kota besar, namun nyatanya tempat wisata Pulau Sumba ini menyimpan begitu banyak potensi yang mengagumkan. Keindahan, keunikan berpadu dengan nilai sakralnya terhadap tradisi. Sungguh mempesona. Dengan mengunjungi kedua situs perkampungan ini, kamu pun dapat mengerti akan keberagaman yang terdapat di tanah air ini. Bangga bukan?

*Tips
  • Untuk akses internet masih belum banyak tersedia, dimana hanya ada 4 warnet saja yang berada di Sumba Barat.
  • Untuk jaringan selular hanya ada jaringan Telkomsel, karena sebagian besar wilayah Sumba Barat masih dalam kategori Blank Spot.
  • Pasokan listrik pun masih sangat terbatas, oleh karena itu, tak perlu heran jika di Sumba Barat masih sering terjadi pemadaman. Sehingga saya anjurkan kamu untuk mencari hotel yang memiliki fasilitas generator.
  • Untuk fasilitas ATM/Tarik Tunai, hanya terdapat 3 bank di Waikabubak yakni Bank BNI, BRI dan Bank NTT. Untuk ketiga mesin ATM ini sudah dilengkapi dengan sistem ATM Bersama.
Melihat segala potensi yang terdapat di Waikabubak, ternyata menyimpan kehidupan yang bahkan bisa dikatakan tak bisa saya secara pribadi mengikuti gaya hidup suku Sumba. Begitu banyak tersirat sebuah arti kehidupan dan pembelajaran yang terkandung dalam norma-norma adatnya. Dimana dengan keyakinannya mereka tetap memegang teguh prinsip, namun tetap bisa hidup bergandengan dengan damai satu sama lainnya. Entah kita yang BODOH atau kita yang begitu gampang TERHASUT? melihat begitu mudahnya emosi tersulut kala diadu domba oleh pihak yang mengatas namakan Agama. Sejogjanya setiap agama mengajarkan pada setiap umatnya untuk menjalin hubungan baik antar sesama dan juga Sang Khalik. Mungkin lebih baik menjadi orang Primitif dari pada menjadi orang modern yang berfikir Primitif. Berpeganglah pada nalar, prinsip hidup dan agama, agar kelak dapat memfilterisasi segala sesuatu, janganlah mudah menelan segala sesuatu secara mentah. Pasalnya itu sama saja memperMALUkan diri sendiri.

Kamu dapat membaca pula tentang Pulau Cubadak dan Pantai 3 Warna 

Demikian ulasan saya kali ini perihal catatan hidup Waikabubak Kampung Tarung Sumba Barat di tengah era modern. Semoga dari semua informasi yang telah disampaikan dapat membantu dan menambah wawasan serta pengetahuan bagi kamu ataupun para pembaca budiman sekalian.

Kamis, 15 Desember 2016

Obyek Wisata Dieng | Berkunjung ke Dieng Plateau Demi Si Anak Gimbal

Dieng merupakan daerah yang cukup populer di Indonesia, memiliki iklim cuaca yang dingin dan panorama alam yang indah membuat siapapun kagum dibuatnya. Sering disebut juga dengan "Negeri Di atas Awan", daratan tinggi Dieng memang memiliki alam yang sangat kaya, terbukti dengan berbagai jenis sayur mayur mampu tumbuh subur di tanahnya. 

Selain memiliki potensi alam yang baik, ternyata Dieng juga memiliki keunikan lain yaitu tentang sebuah misteri anak-anak asli Dieng yang memiliki rambut gimbal. Berbeda halnya dengan penyanyi genre Reggae yang identik dengan rambut gimbalnya, dimana pada umumnya rambut dibiarkan memanjang lalu disulam, sehingga memiliki bentuk gimbal yang bulat. Namun khusus anak gimbal Dieng mereka memiliki pola rambut yang berbeda, dimana rambut pada anak ini memiliki bentuk yang tak beraturan dan saling menempel satu sama lain dimulai langsung dari kulit kepala  hingga ujung rambut. Masyarakat Dieng biasanya menyebut anak unik ini dengan "Anak Gembel". Keunikan inilah yang membuat nama Dieng Plateau cukup populer di Indonesia, bahkan di kanca internasional. Dimana nama Dieng dimasukkan sebagai salah satu daerah/desa/perkampungan yang memiliki gaya rambut yang unik selain Africa. Sehingga tak heran jikalau banyak turis mancanegara yang datang berkunjung ke tempat ini. 

Penasaran akan potensi alam dan kisah para anak gimbal tersebut, maka saya memutuskan untuk berangkat langsung dari Jakarta untuk menuju kawasan Dieng, Wonosobo. Dimana saya mencoba mengunjungi banyak tempat di Dieng, demi ingin bertemu langsung dengan anak-anak tersebut. Kamu dapat simak secara detail tentang pengalaman ini dalam konten artikel dibawah ini.

Pada siang hari ini saya akan mengulas secara detail perihal obyek wisata Dieng atau Berkunjung ke Dieng Plateau demi si anak gimbal. Semoga segala informasinya dapat diterima dan membantu bagi kamu atau para pembaca budiman lainnya.

welcome to dieng
welcome to Dieng Plateau

Sebelumnya apakah kamu tau tentang awal mula kemunculan sejarah anak gimbal di Dieng? baiklah saya akan mencoba menjelaskan secara singkat tentang kemunculannya. Berawal sekitar 600 tahun yang lalu, terdapat seorang tokoh bernama Kyi Kolodete dan istrinya bernama Roro Ronce. Beliau mengemban tugas untuk memperluas wilayah kerajaan Mataram dan memilihara kesejahteraan bagi para warga asli keturunan Dieng. Suatu ketika, Mbah Kolodete mendapatkan sebuah mimpi yang mempertemukan ia dengan Sang Penguasa Laut Selatan Kanjeng Nyi Roro Kidul. Menurut mimpi tersebut, kelak akan muncul sosok dari keturunan asli Dieng yang memiliki rambut gimbal dan kepercayaan tentang semakin banyak bermunculannya rambut gimbal ini, memiliki arti meningkatnya kesejahteraan masyarakat Dieng. Para anak gimbal tidak serta merta memiliki rambut gimbal sejak awal kelahirannya, melainkan ketika mereka balita umumnya sakit demam tinggi terlebih dahulu. Kemudian barulah rambut para anak tersebut menempel/merekat satu sama lain. 

Para anak gimbal diperlakukan secara istimewa, untuk rambut mereka pun tak boleh dipotong sembarang. Jika hal itu dilakukan, maka anak tersebut akan jatuh sakit. Oleh karena itu tak heran jikalau sekolah-sekolah yang ada di Dieng tak mempermasalahkan rambut panjang gimbal mereka. Untuk rambut gimbal, hanya bisa dipotong/dicukur melalui ritual adat yang diadakan satu tahun sekali. Namun sebelum dipotong, para orang tua harus menuruti permintaan sang anak begitu ia terbangun dari tidur sebelum prosesi dimulai. Ya, lucunya terkadang permintaannya diluar akal, ada yang meminta kambing berjumlah 1000 ekor, ataupun permintaan yang cukup mudah seperti contohnya sang anak hanya minta digendong ataupun hanya meminta mainan saja. Jika permintaannya mudah untuk dituruti, maka rambut akan bisa dipotong, namun apabila permintaan tak bisa dituruti maka rambut akan tetap tumbuh gimbal. Secara umum tingkah laku para anak gimbal ini pun sedikit berbeda dengan anak lainnya, dimana biasanya anak berambut gimbal mempunyai prilaku aktif.

Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju terminal Wonosobo, dimana kamu dapat menggunakan sarana kereta api ataupun bis antar kota. Setibanya di terminal tersebut, kamu diharuskan melanjutkan perjalanan menuju kawasan Dieng dengan menggunakan kendaraan elf, dengan biaya sekitar Rp. 15.000/orang. Sesampainya di Dieng, petualangan mencari anak gimbal pun di mulai dengan mencoba mencari di pegunungan Dieng yaitu di Gunung Prau. Mendaki gunung setinggi 2.565 mdpl pun kami lakukan, kamu juga dapat membaca selengkapnya tentang Pendakian Gunung Prau. Pendakian gunung saya lakukan dengan asumsi awal bahwasanya anak-anak gimbal tersebut berlokasi disebuah area perkampungan di gunung. Namun ternyata saya salah, tak kami dapati satu perkampungan ataupun anak gimbal di puncak gunung Prau. Perjalanan pun saya lanjutkan dengan turun gunung melalui jalur Dieng. 

Tiba di kawasan wisata Dieng, tujuan pertama ialah mendatangi pusat informasi tempat wisata di Dieng agar mendapatkan informasi guna sebagai pegangan dalam petualangan kali ini. Berdasarkan informasi yang didapat dari pengurus tempat tersebut, menerangkan bahwasanya anak-anak gimbal biasanya tersebar di seluruh perkampungan yang ada di Dieng. Bingung harus dimulai mencari dimana, saya pun berjalan tanpa arah ke setiap perkampungan yang ada. Namun sayang, hasil nihil saya dapatkan. Meskipun dari informasinya yang menyebutkan bahwasanya banyak anak gimbal yang tersebar di perkampungan, nyatanya cukup sulit menemukannya. Setelah menentukan destinasi tujuan perjalanan, maka saya memutuskan untuk datang mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Dieng Plateu dengan harapan dapat bertemu dengan salah satu anak gimbal. Berikut uraiannya,

  • Plataran Dieng di kawasan Candi Arjuna
candi arjuna
suasana Candi Arjuna
Candi Arjuna merupakan sebuah lokasi tempat untuk sebuah ritual adat bilamana ingin memotong rambut gimbal yang ada pada anak-anak gimbal. Dikarenakan mengingat banyaknya jumlah anak Dieng yang berambut gimbal, maka pemerintah setempat berinisiatif untuk mengemas ritual tersebut dalam Dieng Culture Festival guna meningkatkan pariwisata Dieng. Dieng Culture Festival umumnya perhelatannya digelar sekali dalam satu tahun, biasanya di lakukan setiap bulan Agustus. Sebelum upacara dimulai biasanya akan diadakan sesembahan dan juga tari-tarian seperti Tari Rampak, Tari Yakso dan Tari Warog. Namun dikarenakan saya datang bukan bertepatan dengan acara wisata budaya Dieng ini, maka keadaan candi tersebutpun sepi akan pengunjung. 
  • Dieng Plateau Theater 

dieng plateau theater
tampak depan Dieng Plateau Theater

Terletak tak jauh dari kawasan Candi Arjuana, dimana terdapat bangunan yang cukup megah dengan kapasitas 60 bangku. Dieng Platau Theater dibangun oleh pemerintah dan dinas pariwisata setempat guna memberikan sarana fasilitas untuk para wisatawan agar bisa mendapatkan informasi melalui beberapa film dokumenter seperti yang berjudul Bumi Khayangan Dieng Plateau dengan durasi sekitar 20 menit.
  • Bukit Sikunir
Dieng
view sunrise di Bukit Sikunir
Merupakan obyek wisata di Dieng yang cukup terkenal, pasalnya menjadi spot terfavorit bagi para wisatawan untuk dapat menikmati moment terbitnya Sang fajar/sunrise. Terletak di Desa Sembungan yang berlokasi di atas sebuah bukit, maka tak heran jika desa ini disebut sebagai desa/perkampungan tertinggi di Jawa Tengah. Untuk waktu terbaik dapat menikmati sunrise di Bukit Sikunir sekitar periode antara Juli-Agustus, dimana pada periode tersebut bertepatan dengan musim kemarau, sehingga langit akan bersih tanpa awan mendung dan tidak ada hujan. Selain terdapat Bukit Sikunir, pada kawasan lokasi ini terdapat pula sebuah tempat wisata lain yaitu Kawah Cebong dengan memiliki ketinggian sekitar 2.300 mdpl. Cukup tinggi bukan? ya, maka tak heran jikalau banyak yang menyebutnya "telaga di atas awan".
  • Telaga Warna
telaga warna
suasana Telaga Warna
Telaga Warna adalah tujuan wisata berikutnya yang saya kunjungi. Dimana memiliki ketinggian sekitar 2000 mdpl dan panorama alam yang cukup indah berupa hutan yang mengelilingi. Terdapat pula beberapa situs goa yang berada di kawasan ini. Menurut mitos para warga setempat di telaga inilah lokasi Kyi Kolodete sering bertemu dengan Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul. Sehingga tempat ini dikeramatkan oleh para warga, karena dianggap sebagai pintu yang menghubungkan langsung dengan laut Selatan. Kawasan Dieng sebetulnya merupakan kawasan pegunungan vulkanik yang masih aktif, sebagai buktinya kepulan asap yang masih beraktifitas pada Kawah Sikidang. Kemudian pada Telaga Warna yang memiliki kandungan sulfur yang sangat tinggi. Maka tak heran jika disekitar telaga ini tercium bau belerang yang sangat kuat. Kandungan sulfur inilah yang menyebabkan bilamana terkena sinar matahari, maka warna air akan berubah warna, dimana terkadang berubah menjadi merah, hijau, biru, putih dan lembayung. 
  • Telaga Pengilon

telaga pengilon
telaga pengilon
camping di telaga warna
camping di Telaga Pengilon
camping
anak daerah lagi kecapean
Terletak bersebelahan dengan Telaga Warna, namun memiliki keunikan tersendiri. Dimana hanya dibatasi oleh daratan pembatas dengan luas sekitar 10 meter saja, namun memiliki perairan yang tak sama dengan Telaga Warna. Bila dalam penjelasan sebelumnya Telaga Warna memiliki air dengan kandungan sulfur yang tinggi, untuk Telaga Pengilon tak memiliki kandungan sulfur atapun bau belerang yang menyengat. Cukup aneh bukan? bagaimana bisa, dengan lokasi yang berdekatan namun memiliki perbedaan. Lucu atau bodohnya saya, tak mengetahui tentang kronologi kedua telaga ini yang dikeramatkan oleh para warga sekitar. Saya tanpa curiga malah berkemah di sekitar Telaga Pengilon ini, rasa aneh memang sempat terlintas dalam benak. Pasalnya dari 3 orang warga yang melintas melontarkan pertanyaan yang sama pada saya, yaitu "Mas Camping disitu? Cuma berdua kok berani? ya, dikarenakan saya tak tau apa-apa, saya hanya tersenyum saja. Namun syukur alhamdulillah masih dalam perlindungan Allah SWT, tak terjadi hal apapun kala malam itu.

Setelah mendatangi beberapa lokasi wisata Dieng Plateau yang ada, saya masih tak bisa menemukan seoang anak gimbal pun. Rasa pasrah dan lelah menghampiri tubuh ini, dengan kecewa saya berjalan kearah pos pendakian Patak Banteng, yang sebelumnya menjadi titik start saya untuk mendaki Gunung Prau. Duduk termenung ditepi jalan seraya mencoba mengisi perut dengan makanan khas Dieng yaitu Mie Ongklok dan menunggu angkutan elf, saya malah dikejutkan dengan seorang anak laki-laki berumur sekitar 12 Tahun menyebrang jalan dengan rambut gimbal panjang.

mie ongklok
mie ongklok

Berteriak dan langsung mengejar itu adalah respon pertama yang saya lakukan. Ternyata anak tersebut tinggal tak jauh di sebrang pos Patak Banteng. Memiliki nama "Alfarizi", seorang anak laki-laki berparas manis dan lugu. Ternyata ia adalah sosok yang sering saya lihat dibeberapa acara stasiun tv swasta. Dalam penuturannya ia mengaku memang beberapa kali diundang dalam acara talkshow yang dibintangi oleh pesulap Indonesia ataupun yang dibintangi oleh pelawak terkenal Indonesia yang identik dengan kumis ala ikan lele. Menurut pengakuannya terdapat pula beberapa selebriti yang sempat datang berkunjung kerumahnya. Tak heran jikalau ia menjadi icon anak Gimbal Dieng yang telah cukup terkenal.



Berfoto dan berbincang dengan Alfarizi tak kami sia-siakan. Dengan ramah, bocah kecil tersebut menawarkan untuk makan dan beristirahat di kediamannya. Kembali terkejut saya, ketika ia memperkenalkan adik perempuannya yang juga memiliki rambut gimbal. Ia bercerita bahwa, rambut gimbal yang ia miliki berawal ketika ia sakit demam tinggi ketika berumur 5 Tahun. Anak periang dan aktif tersebut pun, memperkenalkan kakeknya yang juga ikut bercerita tentang asal usul sejarah anak gimbal Dieng. Bercerita, bercanda dan makan bersama mencairkan suasana siang kami. Alfarizi pun bercerita bahwa ia mempunyai sebuah group Band yang telah mengeluarkan sebuah single yang dapat dilihat dalam youtube. Membeli oleh-oleh khas Dieng yaitu carica yang dijual oleh ibu dari Alfarizi tak lupa sebagai buah tangan untuk keluarga dirumah. Merasa senang dan puas dapat bertemu langsung dengan anak gimbal Dieng, serta mendapatkan sumber informasi yang terpercaya perihal sejarah Dieng Plateau. Mengingat segala potensi yang terdapat di Dieng Plateau, tak mengherankan jikalau menjadikan daerah ini sebagai tempat wisata di Jawa Tengah terbaik.

Dieng
ketemu juga dengan si Gimbal
Dieng
berfoto ria dengan si Gimbal


*Fakta yang tak banyak diketahui orang tentang Dieng Plateau
  1. Jika diperhatikan pada wajah warga Dieng terdapat sebuah bercak merah pada pipi, menurut seorang warga yang saya temui, ia menuturkan bahwasanya hal tersebut menjadi penanda jika orang tersebut adalah keturunan asli Dieng. Namun jika menurut logika saya, mungkin saja hal tersebut terjadi karena letak Dieng yang cukup tinggi dan dekat dengan matahari. Namun itu hanya asumsi saya saja.
  2. Tidak terdapat satu ular pun di kawasan Dieng. Menurut penuturan seorang warga, hal tersebut terjadi karena adanya sebuah perjanjian Mbah Kolodete dengan Nyi Roro Kidul, yang meminta agar di kawasan ini bebas dari ular.
Melihat segalanya yang tersaji begitu apik dalam Negeri Khawangan Dieng ini membuat beribu ucapan syukur terlontar dari bibir yang penuh dosa ini. Petualangan yang telah dilalui menjadi penambahan wawasan, pengalaman serta pengetahuan  yang tak ternilai harganya. Dalam alam semesta, maka kita akan mendapatkan pencerahan tentang tujuan hidup, dan makna hidup. Renungilah hal tersebut agar kamu dapat menemukan sebuah petunjuk. Hidup adalah memilih, namun untuk memilih yang terbaik, kamu haruslah tau siapa terlebih dahulu diri kamu yang sebenarnya, apa yang kamu perjuangkan, kemana kamu ingin pergi dan mengapa kamu ingin sampai disana? Barulah kamu tau indahnya hidup ini.

Demikianlah ulasan saya kali ini perihal obyek wisata Dieng atau berkunjung ke Dieng Plateau demi si Anak Gimbal. Semoga informasinya dapat dijadikan sumber referensi bagi kamu ataupun para pemmbaca budimana dimana pun anda berada.

Jumat, 16 September 2016

Wisata Gereja Ayam Bukit Rhema | Tempat Wisata Magelang Terbaik

Gereja Ayam atau gereja merpati merupakan sebuah gereja dengan bentuk arsitektur yang cukup unik, mengapa demikian? pasalnya gereja ini secara nampak luar memiliki bentuk menyerupai seekor ayam lengkap dengan leher dan juga kepalanya. Cukup unik bukan? Akan tetapi, taukah kamu pada awalnya gereja didesain dengan bentuk ingin menyerupai seekor burung merpati. Namun setelah seiiring berjalannya sang waktu, masyarakat sekitar malah menyebutnya dengan nama 'Gereja Ayam' hingga saat ini.

Nama gereja ayam sendiri mulai ramai diperbincangkan oleh khalayak umum semenjak kemunculannya sebagai salah satu latar belakang tempat bertemunya pemeran utama dalam film 'Ada Apa Dengan Cinta 2', yang sukses menjadi jawara pada box office Indonesia dengan jumlah penonton hingga 3.6 juta penonton. Dengan kesuksesan film tersebut, sontak saja membuat nama gereja ayam ikut melambung tinggi, terbukti dengan ramainya gereja ini dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin melihat langsung suasana gereja ini. Ditambah lagi banyak dari para wisatawan tersebut yang mengupload foto-foto gereja ayam kian membuat gereja ayam menjadi sorotan. Faktor-faktor tersebutlah yang membuat gereja ini masuk dalam jajaran tempat wisata di Magelang yang wajib untuk dikunjungi. Sebetulnya terdapat juga bangunan serupa yaitu sama-sama berbentuk menyerupai ayam yang terdapat di Uruguay, Amerika Serikat.

Sebagai tambahan wawasan bagi kamu ataupun para pembaca budiman lainnya, asal usul gereja ayam berawal pada tahun 1994 dimana seseorang pengusaha bernama Daniel Alamsjah mengaku mendapatkan mimpi yang mengharuskannya ia untuk membangun sebuah rumah doa berbentuk burung merpati, yang nantinya akan dipergunakan sebagai tempat beribadah disebuah bukit. Burung merpati pada agama katolik dianggap sebagai simbolis dari roh kudus yang turun pada saat Yesus sedang di babtis. Daniel mempunyai seorang istri warga Desa Gombong, Bukit Rhema. Singkat cerita, berlokasi di Bukit Rhema, Magelang ia bermaksud untuk mewujudkan keinginan tersebut dengan membebaskan lahan sekitar 3000 meter persegi. Akan tetapi ditengah proses pembangunannya, gereja ayam sempat terhenti dikarenakan pada 1998, bertepatan dengan krisis moneter yang melanda Indonesia kala itu, ikut berdampak pada bisnis yang dimiliki oleh Daniel. Alhasil dikarenakan permasalahan modal tersebut, maka pembangunan proyek impiannya itu diharuskan terhenti pada tahun 2000. Akan tetapi meski dengan kondisi sekitar 70% yang sudah rampung, geraja ayam tetap digunakan sebagai pusat peribadatan untuk agama Katolik. Konon kabarnya, selain digunakan sebagai tempat beribadah bagi umat Katolik, tempat ini juga digunakan untuk kegiatan agama lainnya seperti Budha dan juga Islam. Disamping digunakan sebagai pusat peribatan untuk kegiatan beragam, tenyata gereja ayam juga pernah dijadikan sebagai tempat rehabilitasi bagi penyalaguna narkoba, remaja nakal,  ataupun para penyandang disabilitas/gangguan mental. Gereja ayam sebetulnya pernah mengalami kenyataan pahit yang dialaminya, karena pernah ditentang keberadaannya oleh para warga sekitar yang cemas dan khawatir dikarenakan takut bangunan ini disalah gunakan sebagai tempat untuk maksiat. Sehingga membuat Daniel memutuskan untuk meninggalkan gereja ayam tersebut dan keadaannya pun terbengkalai hingga saat ini.

Itulah sedikit gambaran yang dapat saya sampaikan tentang asal usul keberadaan gereja ayam. Cukup menarik bukan? melihat dari sisi nilai sejarah dan juga sebagai tempat lokasi syuting sebuah film, yang jelas membuat magnet bagi para wisatawan untuk dapat melihat langsung gereja tersebut, tak terkecuali saya. Bagaimana tertarik untuk mengunjunginya juga? ada baiknya kamu simak terlebih dahulu dalam konten artikel saya kali ini.

Pada malam hari ini, saya mencoba memaparkan secara detail perihal wisata Gereja Ayam Bukit Rhema atau tempat wisata Magelang terbaik. Semoga kiranya dapat berguna dan membantu bagi kamu atau para pembaca budiman lainnya, yang ingin mengunjungi gereja unik ini.
gereja ayam
tampak bentuk Gereja Ayam

Tepat pada 02/07/2016, saya memutuskan untuk mengunjungi tempat tersebut. Bila kamu berdomisi di Jakarta, sama halnya seperti saya. Kamu dapat menggunakan jasa kereta dengan memesan tiket kereta api tujuan Stasiun Pasar Senin menuju Stasiun Lempuyangan, Jogja. Setibanya di Jogja, saya memutuskan untuk menyewa sepeda motor yang banyak terdapat pada kawasan wisata Malioboro, dengan merogoh kocek sekitar Rp. 80-90.000/24 jam. Gereja ayam berlokasi di Bukit Rhema, Magelang atau tepatnya sekitar 2 Km sebelum Candi Borobudur. Dikarenakan ingin memanage waktu dengan baik, saya bergegas untuk langsung menuju Bukit Rhema, Magelang dengan jarak sekitar 42 Km dari Jogja.

Lokasi gereja ayam sebetulnya berdekatan pula dengan tempat wisata lainnya yaitu Phuntuk Setumbuk, sebuah bukit yang sangat direkomendasikan bagi kamu yang ingin melihat sunrise di kawasan ini. Kembali pada topik pembahasan kita kali ini tentang gereja ayam, setibanya di pintu masuk tak jauh maka kamu akan menemukan tempat parkir kendaraan. Kemudian kamu akan dikenakan pula biaya retribusi sebagai tiket masuk dengan harga sekitar Rp. 15.000/orang dan juga parkir kendaraan sekitar Rp. 2000/motor. Setelah selesai melakukan pembayaran tersebut, kamu dapat langsung menuju lokasi gereja dengan jalur menanjak sekitar 200-300 meter. Akan tetapi terdapat opsi lainnya bila kamu tak ingin lelah berjalan kaki, kamu dapat menggunakan jasa angkutan mobil jeep dengan biaya yang dapat dinegosiasikan pada supir mobil tersebut, tetapi pada awalnya biasanya mereka mematok harga pada awalnya sekitar Rp. 30.000 untuk satu kali jalan. Dengan suasana yang sangat asri dikelilingi dengan hutan tropis, membuat sejuk sepanjang perjalanan singkat ini. Pada saat sewaktu saya mengunjungi gereja ayam, akses jalan memang sedang diperbaiki dengan alasan sebagai keamanan dan juga sarana bagi para wisatawan yang datang, agar tak menjadi becek kala waktu musim penghujan tiba. Namun info terakhir yang saya ketahui bahwasanya saat ini pengerjaan jalan tersebut sudah rampung, sehingga para wisatawan dapat merasa nyaman untuk melewati jalan beton tersebut. Sebelum lanjut, kamu juga dapat membaca tempat wisata di Semarang.

rute jalan
rute jalan menuju Gereja Ayam
Tak lama berselang, sudah nampak bangunan besar berbentuk ayam ataupun burung merpati tersebut, seakan membuat jantung ini kian berdebar, merasakan begitu bersemangatnya untuk sesegera mungkin masuk melihat suasana bagian dalamnya. Setibanya dipintu masuk gereja ayam yang terletak disisi kiri tepat dibawah leher ayam, saya bergegas untuk dapat masuk. Bagian dalam gereja terdapat sebuah ruangan utama berbentuk seperti aula kosong yang cukup besar. Mungkin ruangan inilah yang digunakan untuk beribadah, akan tetapi saya sudah tak menemukan bangku-bangku ataupun meja-meja layaknya seperti rumah peribadatan pada umumnya. Ya, dalam benak saya mungkin sudah lama dipindahkan dan saya tak ambil pusing dengan hal tersebut.

bagian depan geraja ayam
berfoto di depan Gereja Ayam
bagian aula
bentuk ruangan besar seperti sebuah aula
aula
berfoto di aula
Kemudian tepat pada sisi kanan dari pintu masuk sebelumnya, terdapat sebuah tangga yang dapat dipergunakan agar sampai di puncak mahkota ayam pada bangunan ini. Bagian leher ayam ini memiliki 4 lantai sebelum menuju puncak dan pada lantai ke-3 terdapat banyak coretan-coretan dinding. Ya, memang saya akui cukup disayangkan melihat kondisi gereja yang banyak terdapat coretan-coretan dinding hampir diseluruh bagian-bagian bangunan gereja. Sesampainya di puncak mahkota ayam atau merpati ini, para pengunjung dapat puas melihat panorama alam perbukitan yang sangat asri, dipenuhi hutan-hutan yang sangat lebat, seakan warna hijau pepohonan mendominasi sepanjang mata memandang. Tepat berhadapan pula view dari megahnya bangunan Candi Borobudur tampak dengan jelas. Seakan membuat mata ini seperti fokus tertuju padanya, ya memang saya akui hal tersebut nampak wajar bilamana sedang berada disini. Pasalnya melihat view lain dari Candi Borobudur seperti ini adalah pengalaman kali pertama bagi banyak para wisatawan, termasuk pula dengan saya. Jika biasanya untuk dapat melihat bangunan candi ini, kita diharuskan untuk datang langsung ke kawasan Candi Borobudur, ternyata ada cara lainnya untuk dapat menikmati keindahan dari bangunan tersebut. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Saat berada dipuncak mahkota yang hanya memiliki luas sekitar 2 x 2 meter ini, berfoto adalah hal wajib yang tak boleh dilewatkan. Namun sepengalaman saya, untuk dapat berfoto disini dengan view terbaik kamu diharuskan untuk bersabar dan bergantian dengan para wisatawan lainnya. Hal tersebut dirasakan cukup wajar dan bijak, mengingat luas dari makhota ini dan juga banyaknya jumlah para wisatawan yang datang ingin berfoto disini.
puncak mahkota
berfoto di atas Gereja Ayam
Kembali pada ruangan aula dibawah, setelah puas berfoto dan menikmati pemandangan alam dari puncak mahkota ayam, saya mencoba berkeliling di sekitar bagian dalam bagunan gereja. Kemudian saya sempatkan untuk turun melihat kebagian lantai bawah dari aula yang ternyata masih terdapat beberapa ruangan dengan luas sekitar 2 x 1 meter ini. Konon ruangan tersebut dipergunakan sebagai kamar tempat tidur ataupun beristirahat. Setelah itu melihat bagian belakang dalam bangunan terdapat beberapa tiang-tiang penyangga tepat pada bagian ekor ayam. Waktu terbaik untuk datang wisata gereja ayam adalah disaat pagi hari, dikarenakan cuacanya masih sejuk dan juga masih cukup sepi pengunjung, sehingga kamu dapat puas berkeliling dalam gereja ini. Meskipun nampak bangunan gereja ini bisa terbilang kumuh dan seram, dikarenakan memang sudah banyak bagian yang rusak karena termakan cuaca ataupun sebab tak dirawat, tetapi mengingat sejarah serta bentuk bangunan yang cukup unik. Maka rasanya pantaslah memasukkan nama gereja ayam, jika kamu melancong ke kota Magelang dan sekitarnya.

bagian ekor
tampak belakang Gereja Ayam
Melihat sosok Daniel Alamsjah yang tergerak hatinya untuk dapat memberikan sesuatu bagi masyarakat sekitar, hal tersebut seakan menampar diri ini, bilamana berkaca diri. Hal baik apa saja yang sudah diberikan khususnya bagi orang-orang terdekat? Rasanya semua pencapaian dan usaha ini belumlah cukup, mengingat semua kebaikan yang telah di dapatkan hingga dewasa ini. Namun tak perlu rasanya tenggelam dalam rasa penyesalan yang berlarut, pasalnya Tuhan menciptakan semua makhluk hidup dengan tujuan dan manfaat yang dapat ia kontribusikan. Yakinlah, jika saat ini mungkin belum saatnya dan mungkin kelak suatu saat nanti akan ada massa dimana kamu dapat membahagiakan orang-orang tersebut. Bilamana saat itu tiba, maka kamu akan mengerti tujuan hidupmu dan sesegeralah berucap syukur padaNya, karena telah diberikan umur panjang hingga saat ini.

Kamu dapat juga membaca Wisata Di Jogja dan Wisata Umbul Ponggok 

Demikianlah ulasan saya kali ini perihal wisata Geraja Ayam Bukit Rhema atau tempat wisata Magelang terbaik. Semoga kiranya informasi yang telah disampaikan dapat dijadikan sumber referensi bagi kamu ataupun para pembaca budiman lainnya, tentang berbagai info tempat pariwisata di Indonesia.

Minggu, 14 Agustus 2016

Wisata Umbul Ponggok | Wisata Di Klaten Terpopuler

Wisata Umbul Ponggok, merupakan salah satu tempat wisata di Klaten yang akhir-akhir ini kian populer di mata traveler lokal. Mungkin banyak dari kamu yang sudah tak asing mendengar namanya? ya, tak mengherankan memang. Semenjak beberapa waktu lalu begitu banyak orang yang mengupload foto-foto unik di dalam bawah air pada jejaring sosial seperti instagram. Membuat semakin banyak pengguna akun instagram dibuat kian penasaran. Alhasil umbul ponggok sangat ramai diserbu para wisatawan.

Bagi kamu yang belum mengetahui umbul ponggok, saya akan coba jelaskan sedikit. Umbul ponggok merupakan sebuah kolam mata air alami, terdapat aliran air dalam tanah yang selalu mengalir dari bagian tengah kolam. Mengenal asal usul umbul ponggok, pada dahulu kala berawal dari para sesepuh memperkirakan bahwa umbul ponggok dapat menjadi sebuah telaga yang sangat besar dan bahkan bisa saja menggenangi pemukiman warga sekitar. Demi menjegah peristiwa tersebut digelarlah sebuah pertunjukan ledhek (sebuah pertunjukan tarian yang dilakukan oleh wanita), pertunjukan tersebut di iringi dengan musik gamelan. Namun anehnya sebelum dimulainya pertunjukan tersebut, gamelan yang akan digunakan secara tiba-tiba menghilang.

Kemudian tak lama berselang muncul lah seekor burung pungguk besar yang hinggap pada sebuah pohon. Burung itupun memberi tau dimana keberadaan salah satu gamelan yang berbentuk gong, yang menyumbat mata air. Hingga saat ini batu gong itu masih dapat dilihat secara jelas dan dirawat dengan baik oleh masyarakat sekitar. Untuk mengenang peristiwa tersebut, maka di namakanlah desa ini dengan Desa Ponggok. Mata airnya pun dapat digunakan untuk mandi dan bahkan dipercaya dapat membawa keberkahan. Kemudian pada masa penjajahan Belanda, konon orang-orang Belanda itu lah yang membangun kolam umbul ponggok. Pada saat penjajahannya, mereka juga membangun sebuah pabrik gula tepat disamping umbul. Terdapat juga sebuah Prasasti Bunga Tanjung yang hingga saat ini menjadi hiasan pada sekolah SD Ponggok.

Itulah gambaran singkat tentang asal usul sejarah kolam umbul ponggok, sekiranya dapat sedikit menambah wawasan bagi kamu atau para pembaca lainnya. Melihat kejernihan air di umbul ponggok, sudah tak diragukan lagi. Jika di Kalimantan terdapat Labuan Cermin dan di Ternate terdapat Pantai Sulamadaha, maka masyarakat di pulau Jawa khususnya daerah Klaten bolehlah berbangga hati karena juga mempunyai tempat wisata umbul ponggok yang juga memiliki air yang jernih. Dengan segala potensi yang dimilikinya, mulai dari sisi sejarah hingga jernihnya kolam air tawar mampu menarik besar minat para wisatawan untuk datang ke wisata di Klaten. Tertarik untuk mengunjungi umbul ponggok? silakan kamu simak terlebih dahulu dalam konten artikel saya kali ini.

Pada malam hari ini, saya akan mengulas secara detail perihal wisata umbul ponggok atau wisata di klaten terpopuler. Semoga kiranya dapat berguna dan dijadikan sumber refrensi bagi kamu atau para pembaca budiman lainnya, sebelum mengunjungi kolam istimewa ini.

Umbul Ponggok
pintu utama umbul ponggok

Umbul ponggok memang bukanlah seperti kolam pemandian biasanya, terbilang cukup unik. Sebagai kolam air tawar terbesar di Klaten dengan memiliki luas kolam sekitar 50 m x 25 m dan memiliki kedalaman sekitar 1.5 m- 3 m. Para pengunjung dapat merasakan sensasi berenang bebas di kolam air tawar dan ditemani oleh para ikan dengan berbagai ukuran dan warna. Ya, memang pihak pengelola dengan sengaja memelihara beberapa jenis ikan air tawar untuk memberikan daya tarik tambahan. Tak perlu takut akan bau amis yang berasal dari ikan, karena air kolam secara rutin diganti dengan air berasal dari mata air. Oleh karena itulah mengapa air dikolam ini selalu jernih. Pengurasan kolam menggunakan metode 2 pintu air pada dua sisi kolam, pintu yang pertama digunakan untuk membuang air dan yang ke dua digunakan untuk air masuk. Dengan pergantian air yang rutin, itu sebabnya kolam umbul ponggok tidak membutuhkan perawatan seperti kolam pada umunya. Sehingga tidak perlu ditambahkan klorin yaitu sebuah bahan kimia yang difungsikan untuk membersihkan air kolam dari bakteri, gangga atau lumut. Dikarenakan tidak mengandung bahan kimia, maka kamu bebas berlama-lama menyelam dengan para ikan dan tanpa takut membuat mata menjadi merah.

Umbul Ponggok
suasana kolam umbul ponggok


Selain faktor-faktor itu, masih ada lagi keunikan kolam ini. Dimana pada biasanya kolam pemandian memiliki dasar kolam yang terbuat dari keramik, namun tidak halnya pada umbul ponggok. Dasar kolam di design khusus menggunakan pasir, kerikil dan juga bebatuan. Sehingga terciptalah nuansa yang sangat alami.

Umbul Ponggok
ninja air
Umbul Ponggok
pak guru dalam air

Seperti halnya yang telah diungkapkan pada keterangan di atas, nama umbul ponggok memang kian populer saat ini. Pasalnya memang foto-foto yang dihasilkannya begitu menarik perhatian, sehingga banyak orang mulai membicarakannya. Bahkan lucunya, beberapa orang luar negeri berpendapat bahwa semua itu hanyalah rekayasa foto dari software photoshop ataupun software photo editor lainnya. Tak salah memang, jika mereka berasumsi demikan. Namun lain halnya jika mereka sudah datang sendiri ke umbul ponggok, pasti anggapan tersebut akan dipatahkan sendiri oleh mereka. Umbul ponggok memang mempunyai cara unik untuk dapat menarik para wisatawan. Cukup berbeda dengan pada pemandian umum lainnya. Di tempat ini para wisatawan dapat bebas mengexpresikan diri melalui foto dengan cara yang tak lazim dilakukan dibawah air atau photo underwater. Mulai berfoto dengan tema upacara bendera, berkemah, bersepeda, nonton tv, naik sepeda motor dan masih banyak lagi tema yang dapat dilakukan dibawah air. Itu semua hanya dapat dilakukan di umbul ponggok, Klaten. Tak perlu khawatir untuk penyewaan segala properti yang dapat digunakan cukup terjangkau, pihak pengelola hanya mematok harga kisaran sekitar Rp. 60.000-Rp. 100.000. Disediakan juga kamera underwater dan cassing hp atau pelindung agar dapat tetap digunakan saat dibawah air. Dengan tema wisata bawah air unik ini lah, umbul ponggok diserbu oleh para kaum muda mudi, demi untuk mendapatkan foto dan pengalaman unik yang dapat langsung mereka upload di media sosial. Menurut informasi dari pihak pengelola, dikarenakan begitu ramai dikunjunginya tempat ini rata-rata perhari bisa mencapai sekitar 600 orang, bahkan omset pendapatan yang diperoleh hingga mencapai Rp. 5 Milyar/bulan. Sungguh mencengangkan bukan?

Umbul Ponggok
tiket masuk
Umbul Ponggok
sewa kamera underwater

Sebelum lanjut, kamu juga dapat membaca wisata Pulau Banyak, Aceh.

Guna mendukung segala kebutuhan para wisatawan yang datang, pihak pengelola pun terus memberikan sarana dan fasilitasnya mulai dari kios makanan, kamar bilas dan toilet pun telah disediakan. Sehingga membuat siapapun merasa nyaman kala berkunjung ke umbul ponggok. Selain digunakan untuk sekedar berenang ataupun berfoto ria, kolam ini juga sering digunakan sebagai tempat latihan untuk para penyelam pemula. Dengan alasan keamanan, maka tempat ini sangat cocok untuk sesi latihan. Pasalnya disini tak ada ombak atauppun arus kuat, suasana bawah kolam pun hampir menyerupai lautan. Tak khayal membuat tempat ini kian diminati oleh berbagai kalangan.

Umbul Ponggok
jangan berisik ada yang lagi solat
Umbul Ponggok
berkemah di dalam air
Umbul Ponggok
foto prawedding seru

*Tips bagi kamu yang ingin berkunjung ke wisata umbul ponggok,
  1. Jangan lupa membawa kamera underwater.
  2. Bila ingin mendapatkan hasil foto terbaik, kamu bisa datang pada pukul 07.00-09.00 pagi atau pukul 14.00-16.00 sore hari. Karena untuk pagi hari air kolam akan lebih jernih dan bila sore hari cahaya matahari tidak berada tepat diatas sehingga hasilnya warna foto lebih lembut.
  3. Bagi kamu yang ingin melakukan foto prawedding, pihak pengelola menyediakan paket dengan kisaran harga sekitar Rp. 1.699.000-Rp. 2.290.000.
  4. Bila kamu tak bisa berenang, tak perlu kecil hati. Untuk dapat berfoto disini tidaklah butuh kemampuan berenang, yang dibutuhkan hanya senyum saja agar hasilnya tampak bagus.
Alamat umbul ponggok terletak di Desa Ponggok, kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Bagi kamu yang ingin mengunjunginya, memang terbilang tidak sulit namun cukup membingungkan. Karena lokasi umbul ponggok memang masih minimnya rambu petunjuk jalan dan tembok bagian luar umbul onggok pun berwarna warni sehingga dapat mengelabuhi para wisatawan. Akan tetapi, untuk memudahkan kamu dapat mengikuti beberapa rute dibawah ini.
  • Dari arah Solo dan sekitarnya. Bila kamu berdomisili di Solo, Wonogiri, Magetan, Sukoharjo, Karanganyar atau Ngawi. Kamu dapat mengikuti rute jalan raya Solo-Yogyakarta. Pada saat kamu sudah melewati Delanggau berhentilah sebentar bila kamu menemukan terminal Punggung Klaten yang berada di sisi kiri jalan. Terminal tersebut terletak tepat pada persimpangan jalan untuk menuju Desa Ponggok. Pada persimpangan tersebut ambil arah kanan dan lurus saja hingga Markas Koramil yang berada di sisi kiri jalan dekat pertigaan. Pada pertigaan tersebut, kamu arahkan kendaran belok ke kanan dan lurus saja hingga sampai di umbul pongkok.
  • Dari arah Jogja, Sleman, Prambanan, Purworejo dan Kebumen. Jika kamu berasal dari daerah-daerah tersebut, kamu dapat mengikuti rute jalan raya Yogyakarta-Solo. Bila sudah tepat dipersimpangan depan RSUD Suradji Tirtonegoro, lurus saja hingga bertemu dengan GOR Gelarsena Klaten. Setibanya di GOR tersebut, arahkan kendaraan ke arah kiri menuju Jatinom dan Polanharjo. Jalan terus hingga bertemu dengan Markas Koramil yang berada di sisi kiri jalan dan ikuti jalan hingga sampai di umbul pongkok.
  • Dari arah Boyolali, Salatiga dan Semarang. Bagi kamu yang berasal dari daerah tersebut, kamu dapat menggunakan rute Jatinom untuk menuju Klaten. Setelah kamu tiba di pasar Jatinom, kamu dapat ambil ke arah terminal Punggung Klaten. Sebelum terminal, maka akan terlihat Markas Koramil di sisi kanan jalan dan dekat pertigaan. Di pertigaan tersebut, ambil arah kanan dan lurus saja hingga sampai di umbul pongkok.
Dengan hadirnya wisata ponggok menambah daftar tempat wisata Klaten yang patut untuk dikunjungi. Demikian pula halnya dengan daftar tempat wisata Indonesia pun, bertambah koleksinya. Tentulah kian membuat bangga rasanya menjadi salah satu bagian negara ini. Namun patut ditekankan ialah diharapkan peran serta seluruh masyarakat, pemerintah dan para investor untuk tetap mendukung pariwisata Indonesia. Mungkin sedikit peran kecil kita sebagai masayarak, hanya cukup untuk merawat dan melestarikan apa yang sudah ada. Hal tersebut di rasa cukup bijak bagi kemajuan bangsa ini. Melihat semua keindahan yang tersaji di alam bumi pertiwi, sejogjanya dapat bersyukur atas segala nikmat dan kharunia yang telah di berikan Sang Khalik. Keterbatasan pengetahuan dan wawasan, seringkali menjadi penghalang yang besar guna dapat mengerti maksud dan tujuan Tuhan. Persepsi dan sudut pandang yang salah merupakan hal yang berbahaya dan jika tak segera disadari lalu di telaah secara benar. Pastinya sudah dapat diprediksi akan berakhir dengan ketidakpuasan, kemudian berubah secara disadari atau tidak seakan menantang kuasa Tuhan.

Demikianlah ulasan saya kali ini perihal wisata umbul ponggok atau wisata di Klaten terpopuler. Semoga kiranya informasi yang telah disampaikan dapat bermanfaat bagi kamu atau para pembaca yang budiman lainnya.

Kamis, 14 April 2016

Wisata Terbaik Di Pulau Belitung Tanjung Pandan

Wisata Terbaik Di Pulau Belitung Tanjung Pandan, semenjak adanya sebuah film layar lebar Laskar Pelangi membuat Pulau Belitung disebut sebagai "Negeri Laskar pelangi". Selain itu ada pula yang menyebutnya sebagai "Negeri 1001 Kopi" ya memang di kota Tanjung Pandan banyak sekali terdapat warung-warung kopi yang menawarkan rasa kopi khas Belitung. Bahkan ada yang sudah membuka kedai kopi secara turun temurun.
Pulau Belitung
ikon kota Tanjung Pandan

Selain itu juga Belitung terkenal memiliki batu alam khas yaitu Batu Satam, merupakan batuan yang berasal dari meteor jutaan tahun lalu yang jatuh disekitar perairan laut Pulau ini. Bagi kalangan pecinta batu, batu satam mempunyai khasiat yang dipercaya memiliki energi positif untuk tubuh hal tersebut juga dibuktikan oleh penjual batu tersebut dengan mendekatkan dua buah batu satam maka akan ada sebuah gaya tarik menarik diantara kedua batu tersebut. Bahkan batu satam dijadikan sebagai ikon dengan dibuat sebuah tugu satam tepat ditengah kota Tanjung Pandang. Sebelum lanjut anda juga dapat membaca tempat wisata di Lampung.

Pulau Belitung
batu satam khas Belitung

Untuk mencapai pulau ini sangatlah mudah terlebih sudah dilengkapi dengan bandara bertaraf Nasional yang memudahkan akses menuju Pulau Belitung. Jika anda berasal dari kota-kota besar, sebagai contoh Jakarta anda cukup menggunakan jasa maskapai penerbangan untuk langsung terbang menuju Bandara H.A.S Hanandjoddien, Tanjung Pandan.

Pulau Belitung
rute dari Jakarta menuju Belitung

Bicara pulau yang satu ini memang tak ada habisnya, selain daya tarik diatas Belitung juga mempunyai warga masyarakat yang ramah dengan culture budaya campuran etnis chinna yang sangat melekat serta diberikan kharuina oleh Sang Pencipta dengan bentang alam yang mempesona. Terdapat banyak pantai-pantai serta pulau disekitarnya akan menambah kesan liburan anda saat berada di Belitung. Dalam kesempatan kali ini saya akan mencoba mengupas secara lebih dalam perihal wisata terbaik di Pulau Belitung Tanjung Pandan semoga dapat bermanfaat serta menambah wawasan anda perihal potensi wisata yang ada di Pulau Sumatera.

Wisata Terbaik Di Pulau Belitung Tanjung Pandan

1. Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi
merupakan sebuah bangunan yang difungsikan sebagai tempat syuting film Laskar Pelangi, dikarenakan kesuksesan film tersebut banyak para wisatawan yang mengunjungi replika sekolah ini. Sehingga tempat ini menjadi salah satu destinasi liburan kala anda mengunjungi Belitung, ditempat ini pula sudah didirikan kios-kios penjual makanan yang siap menjamu anda.

Pulau Belitung
pintu masuk utama
Pulau Belitung
SD Laskar Pelangi

Berdiri di bukit pasir putih, dimana mungkin karena hanya dijadikan sebuah set dalam keperluan syuting saja maka dibuat dengan keadaan seadanya dan bahkan sangat miris. Dimana disisi bangunan yang hampir roboh hanya disanggah dengan batang pohon saja dan coretan-coretan didinding kayu bangunan serta triplek-triplek yang lepas hingga kayu-kayu yang lapuk. Namun lah tersebut tidak menyurutkan animo para wisatawan untuk dapat berfoto di lokasi tersebut.

Pulau Belitung
ruang dalam kelas
Pulau Belitung
sisi kanan bangunan

Terletak di kecamatan Gantong, Belitung Timur jika anda ingin mengunjungi tempat ini anda cukup mengikuti rute jalan saja tak perlu takut tersesat karena jalan di Pulau Belitung sifatnya memutar saja jadi cukup mudah untuk menemukan destinasi wisata yang ada di pulau ini.


2. Museum Kata Andrea Hirata
musem ini adalah musem sastra pertama dan satu-satunya di Indonesia pada masa dewasa ini. Memiliki desain unik dan kental akan suasana film Laskar Pelangi, dimana saat anda menginjakkan kaki dimuseum ini anda akan merasakan seperti berada dalam film tersebut. Berbagai ornamen, foto-foto tokoh figur tersebut terpampang dengan jelas begitu juga dengan novel yang menjadi inspirasi dibuatnya film tersebut.

Pulau Belitung
ruang depan museum
Pulau Belitung
sebagai museum sastra pertama di Indonesia

Seperti rumah pada umumnya, Museum Andrea Hirata ini memang bukan berbentuk gedung yang mewah dan megah melainkan bangunan sederhana yang memiliki banyak ruang. Masing-masing ruangan tersebut diberi nama dengan nama-nama tokoh dalam film Laskar Pelangi serta dibagian sudut rumah tersebut dijadikan sebagai tempat untuk para anak-anak warga sekitar maupun wisatawan agar dapat berkreasi seperti mewarnai, menulis hingga membaca puisi. Dibagian depan museum ada salah satu foto yang membuat saya terarik dimana dalam foto tersebut bertuliskan "Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu", memiliki makna yang dalam jika dapat kita cerna.

Pulau Belitung
ini adalah kata mutiara favorite saya
Pulau Belitung
berbagai ornamen dan pernak pernik menghiasi dinding museum

Sosok Andra Hirata saat kecil, merupakan seorang anak di Belitung yang mempunyai mimpi sangat besar terhadap kemajuan pendidikan dan kehidupan yang layak di daerahnya. Berawal dari mimpi tersebut terciptalah sebuah buku pertamanya yang berjudul Laskar Pelangi pada tahun 2005.

Pulau Belitung
berfoto dengan latar belakang foto figur laskar pelangi
Pulau Belitung
banyak terdapat buku dan majalah

Museum Kata Andrea Hirata terletak di Jalan Raya Laskar Pelangi no.7, Gantong Belitung Timur. Tepatnya tak jauh dari replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi, dari lokasi tersebut anda cukup melanjutkan perjalanan dengan lurus saja mengikuti rambu jalan dan letak museum ada disisi kanan jalan.


3. Danau Kaolin
seperti yang telah banyak diketahui bahwa alam Belitung juga mempunyai potensi tambang yang menghasilkan timah dan kaolin. Sehingga jika anda berada dalam penerbangan diatas Pulau Belitung anda akan dapat melihat lubang-lubang besar bekas penambangan tersebut. Memang sedikit miris jika melihat segala kerusakan alam akibat eksploitasi sember daya alam yang berlebihan, namun dari ketidak sengajaan tersebut terciptalah sebuah danau yang berbentuk cekungan kemudian terisi oleh air.

Pulau Belitung
danau kaolin

Apa itu kaolin? adalah merupakan sebuah tanah liat dari pelapukan batu granit yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik, kertas bahkan hingga karet. Pulau Belitung adalah sebagian tempat penghasil kaolin terbesar yang ada. Oleh karena itu tak heran jika alam disekitar lokasi penambangan menjadi rusak.  Keindahan Danau Kaloin menjadi penyejuk diantara kerusakan alam sekitar, warna biru tosca airnya sangat indah bila dipandang. Selain itu air danau tersebut pun aman untuk digunakan rendam atau bermain dipinggir-pinggir danau dan banyak masyarakat sekitar yang percaya bahwa airnya mampu membuat kulit halus serta mengobati beberapa penyakit kulit.

Pulau Belitung
biru perairan danau kaolin

Danau Kaolin terletak di Desa Air Raya atau sekitar 15 menit berkendara ke Tanjung Pandan tepatnya di persis disamping dari Jalan Murai. Dimana anda dapat melihat langsung keindahan danau ini serta berfoto ria dengan latar belakang biru tosca air, karena keindahannya tempat ini juga sering dijadikan sebagai spot foto prawedding bagi pasangan yang ingin menikah.


4. Pantai Tanjung Kalayang
adalah sebuah pantai cantik yang dijadikan sebagai tempat pengambilan adegan saat Lintang (tokoh dalam film Laskar Pelangi) mengantarkan ayahnya yang seorang nelayan untuk melaut dalam film tersebut. Pantai cantik ini memang tak sepopuler Pantai Tanjung Tinggi, namun pantai ini juga memiliki panorama yang cantik terbagi menjadi dua sisi yaitu sisi timur hamparan pasir pantai putih dan halus dan sisi barat batuan granit berbagai ukuran tertata dengan indah membuat pesona pantai ini kian eksotis.

Pulau Belitung
suasana pantai tanjung kalayang

Pada sisi laut pantai ini juga terdapat tumpukan batu besar yang berbentuk yang menyerupai kura-kurang dan kepala burung yang disebut dengan "Pulau Batu Burung" membuat pemandangan indah terbentang di perairan laut Pantai Tanjung Kalayang. Selain itu disisi kiri pantai juga terdapat monumen bertuliskan "Welcome To Belitung" sangat bagus jika diabadikan dalam foto sebagai kenang-kenangan. Kecantikan Pantai Tanjung Kalayang memang tak digarukan lagi terbukti pada tahun 2011 pantai ini pernah dijadikan sebagai maskot 'Sail Wakatobi-Belitong" dimana banyak para wisatawan dunia datang berkunjung ke pantai ini.

Pulau Belitung
berfoto di tanjung kalayang

Pantai Tanjung Kalayang terletak di kecamatan Sijuk atau sekitar 27 Km dari pusat kota Tanjung Pandan dan tak jauh dari pantai ini anda juga dapat mampir ke Pantai Tanjung Tinggi yang berdekatan. Di Pantai Tanjung Kalayang anda juga menjadi dermaga untuk dapat menyewa sebuah perahu yang digunakan menyebrang ke pulau-pulau sekitarnya dengan biaya sekitar Rp. 350.000-Rp. 400.000 untuk satu perahu namun anda dapat mengajak wisata lain bergabung agar lebih ringgan pembagian biayanya. Untuk pulau-pulau tersebut nantinnya akan saya ulas lebih lanjut dalam artikel ini.


5. Pantai Tanjung Tinggi
tak lepas dari film Laskar Pelangi, pantai cantik ini pun menjadi salah satu pengambilan adegan dalam film tersebut. Pantai Tanjung Tinggi memiliki bebatuan granit besar yang tersusun apik, dengan perairan biru tosca yang jernih serta arus gelombang yang tenang membuat pantai ini mempunyai daya tarik bagi para wisatawan.

Pulau Belitung
jernihnya pantai tanjung tinggi

Mempunyai panorama khas pantai Belitung serta kekayaan bawah lautnya membuat berbagai aktifitas anda dapat lakukan dipantai ini seperti berenang, snorkeling hingga olahraga air. Batuan-batuan besar pun dapat anda jadikan sebagai latar belakang saat berfoto membuat kesan eksotis Pantai Tanjung Tinggi.

Pulau Belitung
bernarsis ria saat senja di tanjung tinggi

Terletak di kecamatan Sijuk atau tepatnya sekitar 30 Km dari pusat Tanjung Pandan dengan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan. Pantai ini berbentuk seperti teluk dengan panjang garis pantai sekitar 100 meter. 


6. Pantai Tanjung Pendam
masih dalam satu kecamatan Sijuk, Tanjung Pandan terdapat sebuah pantai cantik lainnya yaitu Pantai Tanjung Pendam. Pantai ini memang memiliki suasana yang asri dengan dikelilingi oleh pepohonan sehingga cocok bagi para warga sekitar maupun wisatawan bersantai dan bermain di Pantai Tanjung Pendam dengan luas area sekitar 22 hektar.

Pulau Belitung
welcome to tanjung pendam
Pulau Belitung
sunset di tanjung pandam

Terdapat pula fasilitas kios-kios penjual makanan serta beberapa wahana air yang dapat menambah seru saat berada disini. Keunggulan lain ditempat ini dijadikan spot untuk melihat sebuah panorama matahari terbenam selain di Pantai Tanjung Kalayang ataupun Pantai Tanjung Tinggi. Matahari terbenam atau sunset merupakan moment yang cukup ditunggu oleh para wisatawan karena cahaya langit oranye seakan menyatu dengan warna air laut membuat moment ini begitu spesial.

7. Pantai Burung Mandi
berlokasi di Desa Burung Mandi, Belitung Timur dengan jarak dengan kota Manggar sekitar 18 Km atau sekitar 70 Km dari dari Bandara. Nama unik pantai ini diambil dari sebuah gunung disekitar pantai yang bernama Gunung Burung Mandi. Sehingga menjadi satu-satunya pantai di Pulau Belitung dengan latar belakang sebuah gunung. Oleh karena itu pantai ini menjadi kebanggaan warga Belitung Timur yang memiliki keindahan tiada tara.

Pulau Belitung
suasana pantai burung mandi

Secara karakteristik pantai ini memiliki pasir pantai halus berwarna agak coklat yang landai dan juga rindangnya pohon pinus yang tumbuh disekitar pantai membuat suasana sejuk ketika anda menginjakkan kaki di pantai. Pantai Burung Mandi mempunyai garis panjang sekitar 2 Km, pada beberapa bagian pantai ini berjajar rapih perahu-perahu nelayan dan tepat disebelah timur pantai ini terdapat pantai lain yang terletak dilereng Gunung Burung Mandi yaitu Pantai Bukit Batu yang diresmikan pada tahun 2004 oleh bupati pertama Belitung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat ini menjabat sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta. Dimana beliau lahir dan besar di Belitung, bahkan anda dapat melihat kediaman asli beliau yang dikenal dengan nama "Kampung Ahok".


8. Pantai Penyabong
terletak di kecamatan Membalong, Belitung Selatan atau tepatnya sekitar 70 Km dari Tanjung Pandan. Pantai ini dikenal juga dengan nama lain "Pantai Batu Lubang" karena memang berada di Dusun Batu Lubang. Dengan cukup mengikuti rute jalan menuju Membalong maka anda akan dapat sampai di pantai cantik ini. Pantai Penyabong sedikit berbeda dengan pantai-pantai di Belitung lainnya, dimana pantai ini memiliki karateristik gelombang ombak yang agak besar. Namun kecantikannya tak kalah dengan pantai lainnya, dengan menyuguhkan panorama pantai dengan deretan batu-batu granit besar yang menjorok ke laut seakan seperti menyerupai tembok dan dermaga alami.

Pulau Belitung
suasana pantai penyabong
Pulau Belitung
besarnya ombak di pantai penyabong

Pada Pantai Penyabong ini anda akan disuguhkan dengan suasana pantai yang tenang tidak begitu ramai, mungkin karena lokasinya yang agak terpencil. Namun hal tersebut tidak menyurutkan minat untuk dapat merasakan pengalaman berada di pantai ini dan sangat cocok bila anda mencari pantai dengan suasanya yang tidak terlalu ramai.


9. Pantai Nyiur Melambai
pantai ini tergolong unik karena dikawasan pantai tidak terdapat batu-batu besar layaknya pantai-pantai khas Belitung lainnya mungkin lebih tepatnya seperti pantai pada Pulau Jawa, dengan hembusan angin laut yang berhembus membuat hati menjadi tenang.

Pulau Belitung
suasana pantai nyiur melambai

Pada bagian pantai. sangat rindang dengan pepohonan cemara laut yang bertata rapih tumbuh sepanjang garis pantai. Fasilitas pada pantai ini pun terbilang cukup lengkap seperti toilet, kios-kios makanan serta arena olahraga dan juga berbagai sarana pendukung lainnya membuat siapa pun akan suka berlama-lama dipantai ini.

Pulau Belitung
sejuknya pantai nyiur melambai

Pantai Nyiur Melambai merupakan salah satu wisata yang cukup populer di Belitung Timur, memiliki nama lain yaitu "Pantai Lalang" mungkin karena berada di Desa Lalang, kecamatan Manggar. Selain karena memiliki potensi-potensi diatas, yang menjadi daya tarik lainnya pantai ini merupakan spot sempurna untuk menyaksikan panorama terbitnya Sang Fajar maka tak heran jika waktu menjelang pagi sudah banyak para wisatawan yang berada di Pantai Nyiur Melambai.


10. Pulau Batu Garuda
dalam pembahasan Pantai Tanjung Kalayang diatas saya memberikan informasi perihal pulau-pulau disekitarnya, salah satunya adalah Pulau Batu Garuda. Sebenarnya pulau ini tidak memiliki garis pantai hanya berupa tumpukan batu-batu besar yang pada ujung terdapat sebuah batu yang menyerupai kepala burung.

Pulau Belitung
pulau batu garuda dari kejauhan
Pulau Belitung
sebuah batu yang menyerupai bentuk kepala burung garuda

Pulau ini terletak memang tidak begitu jauh dari Pantai Tanjung Kelayang hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit penyebrangan dan biasanya jika anda ingin menjelajahi beberapa pulau-pulau disekitarnya pasti akan melewati Pulau Batu Garuda sebagai pulau pertama yang akan dikunjungi.

11. Pulau Pasir
tak jauh dari Pulau Batu Garuda anda akan melanjutkan perjalan menuju Pulau Pasir. Sebenarnya pulau ini hanya berupa hamparan pasir putih yang halus dengan diameter pulau sekitar 15 meter saja. Namun bila anda berkunjung ke pulau ini jangan lupa untuk mengabadikan dalam foto, dimana seakan anda berada dipulau pribadi yang dikelilingi oleh laut lepas.

Pulau Belitung
pulau pasir

12. Pulau Batu Layar
pulau berikutnya adalah Pulau Batu Layar, merupakan sebuah pulau kecil yang hanya terdapat sedikit hamparan pasir dan pada bagian tengah pulau berdiri tegak beberapa batu granit besar yang bila dilihat menyerupai layar perahu, oleh karena itu diberi nama Pulau Batu layar. Biasanya para wisatawan akan berfoto dicelah-celah batu tersebut agar mendapatkan hasil foto yang eksotis. Pada beberapa sisi pulau juga terdapat batu besar namun tidak tinggi, dimana batu-batu tersebut letaknya menjorok ke laut sehingga sebagian batu terendam oleh air laut. Selain itu disekitar pulau juga terdapat spot snorkeling dengan aneka terumbu karang yang masih terjaga serta beberapa jenis ikan dapat anda temui disana.

Pulau Belitung
pulau batu layar
Pulau Belitung
berfoto di pulau batu layar
Pulau Belitung
keseruan di batu layar

13. Pulau Lengkuas
Pulau ini sangat populer dikalangan para wisatawan, bahkan ada yang berpendapat jika belum lengkap mengunjungi Belitung jika belum menginjakkan kaki di Pulau Lengkuas. Pulau Lengkuas memang mempunyai daya tarik tersendiri, sebagai pulau yang tidak berpenghuni dengan hamparan pasir putih yang halus serta dibagian tengah pulau terdapat sebuah mercusuar peninggalan Belanda yang menjadi ikon pulau tersebut.

Pulau Belitung
pulau lengkuas dari kejauhan
Pulau Belitung
berfoto di lengkuas

Mercusuar kuno ini memiliki tinggi sekitar 70 meter yang dibuat pada tahun 1882, meski kuno serta berkarat dibeberapa bagian namun mercusuar ini tetap berfungsi untuk memandu kapal-kapal ingin merapat ke Tanjung Binga. Pada mercusuar Pulau Lengkuas terdapat 18 lantai dan juga anak tangga memutar hingga keatas. Pada tengahnya terdapat beberapa ruangan peristirahatan bagi penjaga serta penjarah tahanan pada masa itu.

Pulau Belitung
sejak 1882
Pulau Belitung
sisi kanan pulau lenkuas dari atas mercusuar
Pulau Belitung
berselfie ria di atas mercusuar

Masuk kedalam mercusuar ini memang agak sedikit menyeramkan, dimana suasana yang lembab serta anak tangga yang berkarat bahkan ada sebagian anak tangga yang sudah hilang namun tetap aman. Akan tetapi bila sudah sampai dipuncaknya, anda akan disuguhkan dengan panorama pantai dan pulau dari atas. Dimana berjajar hamparan batu-batu alam yang indah serta kapal-kapal wisatawan yang merapat di pulau dan biru air laut yang jernih akan memanjakan mata anda. Dengan mengabadikan moment tersebut melalui kamera, anda akan lebih jelas menikmati keindahan Pulau Lengkuas dalam bentuk foto.

Pulau Belitung
karantina tukik
Pulau Belitung
snorkeling di pulau lengkuas

Setelah puas melihat isi mercusuar dan berfoto, anda juga dapat melihat penangkaran tukik atau anak-anak penyu tepat berhadapan dengan pintu masuk mercusuar. Kemudian anda dapat melepas dahaga ataupun sekedar nyantap makanan ringan, dimana di Pulau Lengkuas terdapat satu penjual makanan. Setelah merasa puas mengelilingi pulau ini anda melakukan kegiatan berenang atau snorkeling, perairan Pulau lengkuas memang memiliki kekayaan bawah laut yang cukup mempesona, terdapat beraneka ragam terumbu karang serta jenis-jenis ikan kecil berwarna-warni berenang bebas.

14. Pulau Kepayang
tidak jauh dari Pulau Lengkuas anda dapat mampir ke Pulau Kepayang, merupakan pulau tak berpenghuni dengan luas area sekitar 14 hektar namun pada pulau ini sudah dilengkapi dengan saran dan fasilitas bagi para wisatawan seperti bunggalow, cottages, arena camping, tempat makan serta dive shop. Bagi masyarakat sekitar pulau ini disebut juga dengan "Pulau Babi" yang terbagi menjadi dua bagian yaitu Pulau Kepayang Kecil dan juga Pulau Kepayang Besar dan letaknya pun berdekatan. Sama-sama mempunyai panorama yang indah berupa hamparan pasir putih dan bebatuan granit dengan berbagai ukuran serta air laut yang jernih sehingga membuat aneka jenis ikan kecil dapat anda liat tanpa alat bantu.

Pulau Belitung
bunggalow di pulau kepayang

Berbagai kegiatan anda dapat lakukan di Pulau Kepayang mulai dari bermain beberapa wahana air, snorkeling, outbound, melihat tempat konservasi penyu hingga mengunjungi pusat restorasi terumbu karang bahkan anda juga dapat memberikan nama pada ujung terumbu karang yang akan ditanam didasar laut.

Pulau Belitung
pusat konservasi penyu di pulau kepayang

Pulau Belitung memang sebuah pulau yang unik dan juga cantik dengan campuran culture budaya etnis dan juga budaya suku bugis membuat kekayaan Nusantara kita semakin beragam. Dengan memiliki segala potensi wisata serta keunikan khas pantai Belitung dengan berbagai ukuran batu-batu granit yang tidak ada di daerah lainnya. Sejuta pesona akan anda dapatkan begitu anda mendarat di tanah Belitung dan pastinya kelak akan membuat anda rindu dengan suasananya.

Demikianlah ulasan saya kali ini perihal wisata terbaik di Pulau Belitung Tanjung Pandan semoga dapat bermanfaat serta menambah wawasan tentang kekayaan destinasi pariwisata kita yang terbentang dari Sabang hingga Marauke.